5th October, 2010

you are the one

posted 1 year ago

Nepume kog angyoso durodon Gyoulbadaui padosoriga Jigum hurun nunmure shidgyojyo borijanhayo Uljimalgo gude narulbwayo You are the one Ojig nomani nesarang You are the sun Tasuhi gamsaon miso You are my love To na yogshi gudemane ojig dan han saram Onjekajina gyothe issoyo Nunmulmankhum sarangun giphojyo Aphunmankhum to oruni doeyo Maumi dagnundero gujo gorogamyon Doenungorago nan midgoshiphoyo You are the one Oredwejiman marhalge You are the sun Hangsang nopuniyodangol You are my love To gakkumun hangorum mankhume dwieso Nomu gakkaulka mangsoryodangol Onunal gasumsog barami buldorado Guane narul kog jabgo nohji marayo gudeyo Gu usumuro nal jabajwoyo You are the one Oredwejiman marhalge You are the sun Hangsang nopuniodangol You are my love To gakkumun hangorum mankhume dwieso Nomu gakkaolka mangsoryodangol You are the one Ojig nomani ne sarang You are the sun Tasuhi gamsaon miso You are my love To na yogshi gudemane ojig dan han saram Onjekajina gyothe issoyo

21st September, 2010

you’re the one

posted 1 year ago

cherin berlari menyusuri koridor sekolahnya dan terus mengucapkan kata maaf pada setiap orang yang ia lewati. Gadis berparas imut itu berbelok di pintu yang bertuliskan ‘toilet putri’. Lima menit kemudian cherin keluar dari tempat yang menentramkan itu dengan wajah penuh kelegaan. Saat dengan santai berjalan dikoridor sambil senyum-senyum tak jelas, tanpa dia sadari ia sudah tersungkur di lantai karena terpeleset kulit pisang. Cherin segera berdiri dan mencari siapa tersangka dari kasus ini. “Oh,ya itu dia!” pikir cherin saat melihat seorang pria berambut pirang duduk membelakanginya sambil makan pisang. Langsung saja cherin menghampirinya. “hei!” cherin menepuk bahu cowok itu. “ya?” cowok yang baru saja cherin sadari jika ternyata wajahnya seperti monyet itu membalikkan badannya. “kamu yang buang ini sembarangan kan?!” cherin menunjukkan kulit pisang yang tadi telah berhasil menjatuhkan martabatnya. “mmm…mungkin.” kata cowok itu tanpa rasa bersalah. Cherin merasa tambah marah melihat tampang cowok ini. Apalagi rambut pirangnya yang acak-acakan memperkuat kesan kemonyetannya. “emangnya kenapa ya?” tanya si monyet. Lagi-lagi dengan tampang innocentnya yang entah mengapa membuat cherin ingin memukul wajahnya dan memasukkannya ke comberan. “gara-gara ini aku jadi jatuh!” protes cherin. “itu berarati kamu yang nggak hati-hati.” kini mata cherin telah melotot maksimal. “cuma orang sembarangan yang buang sampah sembarangan!” akhirnya kata-kata yang terdengar bijak itu yang keluar dari mulut cherin. “ooh…” si monyet hanya membulatkan mulutnya dan mengeluarkan suaranya yang tak begitu nyaring. Kini otot-otot mata milik cherin hampir putus, sepertinya matanya mau keluar dari sarangnya. “aaahh…orang ini, kenapa nggak mati aja sih!” pekik cherin dalam hati. Si monyet itu berdiri dan hendak meninggalkan cherin. Tapi cherin dengan cekatan menahan tangan monyet itu. Si monyet itu mengerutkan keningnya. “kamu mau lari dari tanggung jawab ya!” bentak cherin. “apa yang harus kutanggung?” “martabatku!” “gimana caranya?” tanya si monyet dengan segala tampang polosnya. “minta maaf kek! Gak pernah diajarin sopan santun apa!?” “minta maaf sama siapa?” “sama akulah!” “emangnya aku salah apa sama kamu?” kemarahan cherin telah sampai di ubun-ubun. “ni orang goblog banget sih! Punya otak apa enggak!!” rutuk cherin dalam hati. Saat si monyet mulai beranjak pergi, cherin terus mengikutinya sambil menggerutu. Dia telah bertekat untuk membuat cowok itu bersimpuh dihadapannya. “kamu kelas ini juga?” tanya si monyet berhenti di depan pintu sebuah kelas. Disana tertulis 3A. Ya, seperti yang cherin ketahui kelas itu adalah kelas istimewa. Karena setiap anak yang masuk kelas itu pasti berasal dari keluarga kaya raya. “hei.” lambaian tangan si monyet menyadarkan cherin dari lamunannya. “ah,bukan. Aku kelas 3C.” jawab cherin dalam keadaan setengah sadar. Saat cherin tersadar dari lamunannya, dia hanya berdiri sendiri disana. Tak ada satupun orang di luar kelas. Sepertinya bel tanda masuk kelas sudah berbunyi. *** lengkaplah sudah penderitaan cherin hari ini. Gara-gara mengejar monyet, cherin terlambat masuk kelas. Ditambah lagi dia lupa mengerjakan PR dari si guru killer kumisan, jadi hukumannya makin bertumpuk. Hari ini terasa begitu panjang. Begitu terasa panjang karena cherin harus membersihkan seluruh halaman sekolah dari sampah. “dasar monyet sialan!” rutuk cherin yang terus menyapu halaman belakang sekolah. “kenapa di sekolah kek gini ada monyet sih!?” cherin berhenti sejenak ketika teringat kalau si cowok monyet yang tidak dia ketahui namanya itu adalah anak kelas 3A. Kelas orang kaya. “pantas aja ada monyet, kaya sih monyetnya.” tiba-tiba saja ada kulit pisang yang mendarat dengan sangat tidak indah di kepala cherin. Dengan reflek yang cekatan cherin membalikkan badannya dan mendapati sesosok manusia yang tampak seperti monyet. Bahkan seperinya dia lebih pantas menjadi monyet dari pada monyet aslinya. “kamu benar-benar cinta kebersihan ya?” celoteh si monyet. Cherin tak bisa berkata-kata saking banyaknya omelan yang ingin ia hujamkan kepada si monyet. “kamu yang bersihin semua sampah di sekolah ini ya?” lanjut si monyet sambil berjalan mendekati cherin. Dia menyodorkan sebuah pisang kepada cherin. “nih. makan dulu.” kemudian dia duduk di rumput dan menepuk-nepukkan tangannya tepat di sebelah ia duduk, menyuruh cherin duduk disampingnya. Dia mengerutkan keningnya ketika cherin tetap berdiri dan memandanginya. “kamu nggak capek?” cherin duduk disamping cowok itu. Masih dengan tatapan menyelidik, cherin mengupas kulit pisang yang ia pegang. “nama kamu siapa?” tanya monyet. “cherin.” balas cherin singkat dan melahap habis pisangnya. “uya.” kata si monyet. “namaku uya.” “ooh…jadi ni monyet namanya uya.” pikir cherin. “kenapa gak lutung aja sekalian.” “kamu cherin dari kelas 3C yang hidup untuk membayar utang pada rentenir.” ujar uya santai. “kamu!” bentak cherin kesal. “bisa sopan dikit nggak sih!?” “lho itu kan kenyataan.” “tapi kan jangan langsung menusuk-nusuk gitu dong!” gerutu cherin sambil memonyong-monyongkan bibirnya. “ahaha…” uya tertawa renyah. “mukamu lucu…” sekarang wajah cherin sudah sangat merah padam. Setelah puas tertawa uya beranjak dari duduknya. “pulang sekarang yuk.” ajaknya ramah. “ya sana pulang, ngapain ngajakin aku?” “nggak baik sore-sore gini cewek pulang sendiri.” “peduli apa kamu.” cherin memalingkan wajahnya. “ya ampun, kamu tu kayak jadi pacarku aja, pake ngerajuk segala.” kontan mata cherin langsung melotot mendengar ucapan uya. “siapa yang ngerajuk!” sanggah cherin kesal. “yaudah, makanya ayo pulang nenek.” uya mengulurkan tangannya. “siapa yang nenek-nenek!” kata cherin sambil meraih tangan uya dan berdiri. “dasar monyet!” tambahnya dan berjalan mendahului uya. -Keesokan paginya di sekolah. Cherin berjalan dengan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tak seperti biasanya, itu disebabkan oleh sesosok manusia yang sejak ia keluar dari pintu rumah hingga detik ini terus berada disamping cherin. Dia adalah uya. Entah mengapa cherin merasa begitu berdebar saat melihat uya. Itu terjadi setelah semalam ia bermimpi melihat uya menjadi seorang pangeran tampan seperti dalam tokoh-tokoh dongeng. Dan tiba-tiba saja tadi pagi ketika cherin keluar dari rumahnya, uya sudah menunggunya di depan pagar rumahnya. Uya menoleh kepada cherin dan melayangkan sebuah senyuman yang membuat uya terlihat sangat tampan. “non, kelasmu kan belok kanan.” kata uya ketika cherin berjalan terus melewati kelasnya. “oh iya.” kata cherin agak linglung. “udah nyampe ya.” “kamu kenapa?” tanya uya menempelkan tangannya dijidat cherin. “nggak sakit kan?” cherin makin salah tingkah dibuatnya. “eh, nggak…” kata cherin terbata-bata. “mm…aku masuk kelas dulu ya, daah…” karena paniknya cherin tersandung kakinya sendiri, dan terjatuhlah dia di lantai. Cherin mengaduh panjang. “kamu ceroboh banget ya?” uya berjongkok didepan cherin sambil tangannya menopang dagu. “pantes aja kamu kepleset kulit pisang.” “ah, masak sih?” kata cherin cepat-cepat berdiri menghindari tatapan mata uya yang dia rasa terlalu dekat, cherin sadar wajahnya pasti sudah sangat merah sekarang. “mm…aku masuk kelas dulu ya,dah.” cherin masuk kelas dengan gesitnya. “ah,gila. sejak kapan simon (baca : si monyet) jadi cakep ya?” pikir cherin. “apa aku disantet sama dia? Ah, nggak mungkin, apa untungnya orang kaya kek dia nyantet cewek miskin kek aku. yah,walau aku tau, aku cantik.” cherin terus memperdebatkan simon dalam hatinya. -ketika istirahat tiba, cherin langsung meluncur ke toilet putri. Dia tahu, tempat itu yang tak akan didatangi uya. Kecuali kalau ternyata uya itu cowok jadi-jadian. Sialnya, cherin salah mencari tempat persembunyian. Memang tak ada uya disini tapi ada segerombolan cewek dari kelasnya yang disinyalir sangat membenci cherin dengan alasan apapun. “eh, gembel!” bentak lily, si ketua gang. “kenapa tadi pagi kamu bisa berangkat sama uya!?” belum sempat cherin menjawab, salah satu dayang lily sudah menghujamkan kata-kata pedas. “kamu nyantet uya kan!!” “dasar gembel rendahan!” sahut dayang yang lain. Mereka terus menghardik cherin dengan segala kebenciannya. Semua penyiksaan itu diakhiri dengan siraman air. Mereka meninggalkan cherin sendirian di dalam kamar mandi dalam keadaan basah kuyup. Cherin meringkuk dipojokan, air matanya mengalir. Ketiga orang yang tadik menghardiknya jelas sekali cemburu pada cherin. Mereka tidak suka kalau cherin dekat dengan uya. Alasannya, lily suka uya. Dan cherin telah diacam akan diteror jika ia tak juga menjauhi uya. Cherin terus berdiam di kamar mandi hingga jam pelajaran berakhir. Tapi tetap saja ia enggan beranjak dari tempatnya. Dia merasa hancur, baru saja dia dekat dengan seseorang, sekarang sudah menderita karenanya. Bukan itu yang ia mau. Cherin memang tidak mempunyai banyak teman. Itu karena dia tidak ingin dekat dengan siapapun selain sora, teman masa kecilnya yang sekarang tidak diketahui keberadaannya. Dulu mereka tak terpisahkan. Tapi pada suatu hari sora pergi bersama ayahnya. Kejadian itu menjadi luka yang sangat dalam bagi cherin. Sampai saat ini cherin enggan memiliki teman dekat karena takut untuk ditinggalkan lagi. Sakit lagi. *bersambung* \(‘o’)/ cerita ini hanya fiktif belaka,dan sengaja dibuat-buat. maaf jika terdapat banyak kesalahan. Semua murni unsur ketidak sengajaan. \(‘ยค’)/ . Terimakasih untuk sumber inspirasiku c: kamsa^^

13th January, 2010

mungkin

posted 2 years ago

aku sadar,jadi sahabat aja nggak cukup.ya kan?karna mungkin menurutmu seorang sahabat nggak berhak untuk mencampuri bahkan mengatur hidupmu.
Tapi nggak berarti kamu bilang friends shit kan!
Karena yg dilakukan sahabat semata karena ingin yg terbaik untukmu.
Maaf aku berkata begini,
mungkin yg kau rasakan aku adalah parasit.
Asal kamu tau,aku udah coba untuk nggak nyusahin kamu.aku udah coba biar kamu nggak menganggapku beban.soalnya aku sebisa mungkin membuatmu nggak merasakan kesusahanku.biar kamu selalu bahagia…

11th November, 2009

apa ini?

posted 2 years ago

apa hanya perasaan ku yang begini..bergemuruh..begitu ingin aku meneteskan air mata..aku ingin meluapkan semua..dia seperti berkedok..membuatku sakit..didepan mereka aku biasa..tapi sebenarnya sakit..apa ini?cemburu?sakit hati?entah apa yang aku mau..yang jelas aku masih belum mengetahuinya..aku butuh sesuatu yang bisa menyentuhku.

31st October, 2009

suntuk

posted 2 years ago

jujur.pelajaran matematika itu menyenangkan.tapi kalo pelajarannya pas siang panas plus perut laper itu bikin suntuk plus pusing.sebenernya gak cuma pelajaran matematika.hampir keseluruhan mata pelajaran membuat kantuk(hasrat kemalasan).kalau suasana sudah sangat mendukung untuk terlelap maka terlihatlah surga dunia*ngek*
.tapi pas aku mau tidur,aku disadarkan dengan rasa geli tangan yang menggrayangiku*hoek*mengganggu saja!
Inti dari tulisan diatas adalah=tiap pelajaran aku pasti ngantuk!
HIDUP MALAS JAYA!!HORE!!

30th October, 2009

kacau~

posted 2 years ago

sukses sudah hari ini kacau.pas tadi siang aku udah seneng2 beli cococip ma tmen2,ceritanya sii mau bikin kue gtu..
Nah.sampe dirumah aku langsung berkutat dengan semua bahan2 yang ada..berbekal ilmu yg seadanya dan dukungan dari teman2.akhirnya dengan keringat yang tak kunjung keluar kuepun siap dipanggan.tak lupa dengan cococip dan keju diatasnya..setelah kuenya ku masukin ke dalan open(baca:oven)aku pun membayangkan betapa enaknya kueku setelah matang..dan pasti akan kubagikan ke temen2.eh,sayang di sayang,memang nasibnya malang..hampir 1 stengah loyang kuenya gosong boo’..huh.,sebel gak sih!!! Gagal sudah semua rencana yang telah kususun dengan rapi..hiks

29th October, 2009

just a children

posted 2 years ago

umurku 16 tahun..tapi selama itu aku hidup aku udah punya banyak mimpi(lebih tepatnya khayalan)..layaknya seorang anak kecil.aku pun pernah berkhayal..hahaha..kadang sesuatu yang tak bisa terealisasikan selalu ku realisasikan dalam dunia khayal yang entah benar adanya.hah?.
Mmm..berkhayal tu enak..apapun bisa diwujutin,bisa didapetin apalagi kalo pas lagi laper..hahaha..cuman jangan ampe jadi psikopat…bwahahaha
layaknya seorang anak2 aku pernah punya teman khayalan.gak cuma 1,tapi bejibun(jangan2 gak selayakx yak)mereka kuberi nama sendiri.tapi kebanyakan dari mereka adalah cowok.mungkin karna aku ini cewek(n msh normal)seneng bgt bgt rasax..heh

freak freak

posted 2 years ago

yang pertama ingin ku katakan adalah lapar.hanya itu..aku begitu jarang sarapan karena skolah masuk jam stengah 7,menyedihkan..
.tapi ternyata aku kok gak kunjung langsoong yee..hahaha..
Sampai kapan aku harus menanggung beban yang sebegitu beratnya..hiks.
Kalo lapar begini aku jadi pengen nyanyi (baca:stress karena lapar).menyanyikan lagunya yui yg judulx life..aku suka lagux tapi gak tw artix .dubrag—’
aku sering menyanyikanx dimanapun aku berada(kamar mandi,di jalan,dlm kelas,dll)
aku masih waras kan??kurasa..

gak penting ting ting

posted 2 years ago

aku ato biasa dipanggil pitri, eh fitri.

hobi: baca komik…cita cita:pengen bahagia dunia akerat..wkwkwk..

orangnya susah mengungkapkan sesuatu denagn kata2 alias pendiem..

rada2 aneh alias freak… suka ngomel sendiri…sudah rada gilaaaa…karena keseringan nonton tv dan terlalu banyak berpikir (baca:otak konslet) sebenernya baik karena tidak tega melihat orang lain menderiata…hiks hiks…tapi kalo dendam lamaaaaaaaaaaaaa bgt bgt…kalo sekali gak suka mesti langsung njelek2in d.. hahaha..yang namanya manusia pasti punya sifat buruk kan…

mudah menangis. seandainya ada lomba mengeluarkan air mata..aku jagonya!!!!

mungkin aku bisa lulus kesting sinetron kali yak?hahahaha ;)

dan yang jelas aku pintar .. itu sudah jelas dan tak diragukan lagi..hahahaha

cukup jelas dan cukup gak penting kaaan…haha emang kagak penting banget kok.

aku suka suju…hmm..yummy

 

Copyright © 2009 afreakchildren All rights reserved.
TumbleDesk Theme by Dave & Laptop Geek.